Loading...

Senin, 20 September 2010

Rancangan "Shinkansen" Indonesia Selesai Tahun Ini

Pada tahun 2025, Pulau Jawa akan menjadi areal urban yang akan dihuni 151 juta orang. Sebanyak 82 persen akan menempati daerah perkotaan. Karena itu, angkutan massal yang berkecepatan tinggi merupakan keharusan. Bila dalam 15 tahun tidak ada moda angkutan itu, diperkirakan jalan-jalan di kota- kota besar akan stagnan atau macet total.

Hal ini dikemukakan Suyono Dikun, Ketua Program Studi Manajemen Infrastruktur UI, dalam "Semiloka Pengembangan dan Penerapan Iptek dalam Mendukung Sistem Transportasi Massal" di Gedung Badan 

Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Rabu (5/8).

Rancangan pembangunan kereta api berkecepatan tinggi (high speed train/HST) ini akan selesai akhir tahun ini. Untuk melengkapi pembangunan HST di Pulau Jawa, Suyono mengharapkan kolaborasi riset antarinstitusi terkait untuk meneliti berbagai aspek teknis dan nonteknis, termasuk aspek lingkungan hidup dan sosialnya.

Beberapa kota di dunia yang menggunakan HST antara lain Tokyo, Jepang, tahun 1964 (Shinkansen) dan di Beijing, China (Maglev). Kecepatan HST adalah 200 km-500 km per jam.

Menurut Nur Hidayat, staf ahli Menneg Ristek Bidang Teknologi dan Manajemen Transportasi, HST antara Tokyo dan Osaka dapat bersaing dengan pesawat terbang. Waktu tempuh HST mencapai 100 menit, sedangkan waktu tempuh pesawat terbang 50 menit. Namun, akses mencapai bandara hingga naik pesawat memakan waktu jauh lebih lama. Keberangkatan HST sekarang setiap 15 menit.

Tarif Bus Transjakarta Diusulkan Naik






Kenaikan jumlah penumpang bus Transjakarta pascasterilisasi jalur menyebabkan subsidi untuk tiket membengkak.Pemprov DKI Jakarta berencana merealisasikan kenaikan harga tiket.  Pascasterilisasi jalur, jumlah penumpang bus Transjakarta naik hingga 25,83%.Tarif normal untuk bus Transjakarta Rp6.000,namun penumpang hanya membayar Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB. Dengan demikian, subsidi APBD terhadap tarif tiket bus Transjakarta mencapai Rp2.500– 4.000 per penumpang. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui, besaran subsidi tersebut cukup besar, terlebih jika koridor IX (Pinang Ranti–Pluit) dan koridor X (Cililitan–Tanjung Priok) beroperasi akhir tahun ini. 

Untuk itu,pihaknya segera merealisasikan kenaikan harga tiket bus Transjakarta, seperti yang sudah diwacanakan beberapa bulan lalu. Menurut Fauzi, jumlah penumpang bus Transjakarta di delapan koridor sebanyak 280.000 penumpang per hari.Padahal yang menikmati tiket murah ini adalah orangorang yang mempunyai penghasilan lebih dari cukup. ”Itu (kenaikan tarif) masih dalam kajian dan perlu diperhitungkan secara matang.Perlu juga mengkaji pergerakan pendapatan per kapita di DKI Jakarta.Namun menurut saya, jika dilihat saat ini rasanya penduduk Jakarta masih mampu membeli tiket dengan harga Rp5.000,”kata Fauzi,kemarin. 

Dia menambahkan,beban subsidi tiket bus Transjakarta pada APBD akan terus membengkak seiring dilakukannya sterilisasi jalur di empat koridor. Sebab, kenaikan jumlah penumpang mencapai 25,83%.”Dalam jangka menengah subsidi ini akan semakin berat. Jika beban subsidi mencapai 300.000–350.000 penumpang per hari. Untuk meringankan beban APBD tersebut salah satunya bisa dengan menaikkan harga tiket,” ungkapnya. Meski demikian, Fauzi belum bisa memastikan kapan realisasi kenaikan tarif tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan kajian untuk menghasilkan rumusan yang detail.

”Namun sudah dipastikan, jika harga tiket Transjakarta mengalami kenaikan, sarana dan prasarananya akan ditingkatkan menjadi lebih baik,”janjinya. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta jumlah penumpang di empat koridor pasca sterilisasi mengalami kenaikan hingga 25,83%. Rinciannya, koridor I (Blok M–Kota) dari 69.578 orang naik menjadi 82.792, koridor III (Kalideres–Harmoni) dari 28.975 naik menjadi 37.756, koridor V (Kampung Melayu– Ancol) dari 25.134 naik menjadi 32.156 penumpang dan koridor VI (Ragunan–Dukuh Atas) dari 24.410 naik menjadi 30.775 penumpang. Sementara itu, operasionalisasi bus Transjakarta saat malam takbiran akan dibatasi hingga pukul 18.30 WIB.

Menurut Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono, pembatasan jam operasi tersebut untuk mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di malam takbiran. ”Jadi, percuma saja. Jika busway dioperasikan, namun terjebak macet total karena terhalang oleh kepadatan warga yang merayakan takbir,”kata Pristono. Namun, untuk pelaksanaan pembatasan jam operasi ini, Pristono mengaku masih menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai Idul Fitri 1431 H. Jika Lebaran tetap pada Jumat (10/9), bus Transjakarta distop operasi pada pukul 18.30 WIB pada malam takbir.Namun, jika Lebaran Kamis (9/9),operasidihentikanpadapukul 19.00 WIB. 

”Masih menunggu pengumuman resmi pemerintah mengenai hari Lebaran,”ujarnya. Penyesuaian jam operasi bus Transjakarta juga akan dilakukan pada saat Lebaran. Bus Transjakarta baru akan mulai beroperasi pada pukul 09.00 WIB. Anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim mengaku heran dengan pembatasan jam operasi pada saat malam takbiran.Menurut politisi Partai Demokrat ini,bus Transjakarta harus mampu melayani masyarakat di tengah minimnya ketersediaan angkutan reguler. Sebaliknya,kebijakan jam operasi ini bukan malah dikurangi,tapi seharusnya ditambah. Sehingga masyarakat yang akan bepergian atau pemudik yang akan menuju lokasi keberangkatan seperti terminal dan stasiun dapat memanfaatkan angkutan ini. 

”Bus Transjakarta dapat menjadi pilihan pemudik,karena rute yang dilalui banyak yang melintasi stasiun dan terminal,”ungkapnya. Mengingat pergerakan pemudik akan terjadi bukan hanya pada siang melainkan juga malam hari. Bahkan, pihaknya berharap pada saat malam takbiran jam operasi bus Transjakarta hingga pukul 24.00 WIB. Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung berpendapat, belum saatnya subsidi tarif bus Transjakata dihapus.Menurut dia, untuk mengatasi kemacetan di Jakarta harus memaksa warga menggunakan kendaraan umum dan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi. 

Nah untuk menarik minat warga, maka harga tiket angkutan umum harus terjangkau. ”Kalau hemat saya belum saatnya subsidi dicabut. Sebaliknya kalau perlu subsidi dipertahankan ataupun ditambah,”kata Ellen. Ellen khawatir, bila subsidi tarif bus Transjakarta dihapus, maka warga akan kembali naik kendaraan pribadi. Padahal Pemprov DKI Jakarta berencana akan melakukan pembatasan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. ”Biaya naik motor itu relatif murah, jadi kalau tarif angkutan umum cukup tinggi, maka jangan salahkan warga, jika kembali menggunakan motor,”tuturnya. 

Lebih lanjut Ellen menjelaskan, operasionalisasi bus Transjakarta belum didukung oleh sistem yang baik.Hingga sekarang baru delapan koridor yang beroperasi dari target 15 koridor. Selain itu, feeder bus Transjakarta belum maksimal.”Untuk menutupi kelemahan itu, tarif bus Transjakarta harus terjangkau agar warga tertarik,”ujarnya. Dia menambahkan, biaya operasional bis Transjakarta sebenarnya tidak terpengaruh dengan banyaknya penumpang. 

Sebab, dalam setiap perjalanan bus Transjakarta tetap membutuhkan bahan bakar baik dalam keadaan penuh penumpang maupun kosong. (ahmad baidowi)

DINAMIKA PERTAMINA Stok BBM Dipastikan Aman Selama Lebaran

Pemerintah memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang akan melonjak selama mudik dan arus balik dapat terpenuhi seluruhnya. Pasokan BBM telah disiapkan dari H-10 sampai H+10 Lebaran. Itu artinya cadangan rata-rata di atas 20 hari ke depan.



PT Pertamina (Persero) juga telah melakukan persiapan rutin untuk memonitor secara terus menerus lonjakan kebutuhan BBM tersebut. Pertamina memiliki control room untuk memantau BBM nasional sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercukupi seluruhnya.
"Pemerintah sudah mempersiapkan stok BBM dengan baik dan Pertamina juga telah melakukan persiapan rutin serta monitoring bila terjadi lonjakan nanti. Untuk Idul Fitri ini fokus kita BBM. Untuk listrik biasanya kegiatan industri berhenti, jadi beban listrik berkurang," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis ( 20/9).
Menurut dia, ketersediaan BBM menjelang dan selama Idul Fitri 1428 H stok BBM jenis premium dan solar yang banyak dibutuhkan untuk transportasi masyarakat rata-rata 20 hari, serta kerosin kebutuhan rumah tangga juga memilik stok yang cukup.
"Kita sudah mempersiapkan dengan baik karena seperti biasanya setiap tahun Pertamina sudah mempersiapkannya. Kebutuhan per tahun sekitar 17 juta kilo liter, terutama untuk premium dan minyak tanah," kata dia.
Sedangkan prioritas persiapan pasokan BBM yang dilakukan Pertamina adalah menyangkut arus mudik Lebaran, terutama untuk transportasi dari arah barat ke arah timur. Untuk itu, pihaknya akan mempersiapkannya dengan stok-stok yang mobile. "Jadi tanki-tanki itu kita siapkan di sepanjang jalur Pantura," ujarnya.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Ahmad Faisal juga menyebutkan pihaknya akan menambah stok bahan bakar minyak (BBM) menjelang Lebaran sehingga dapat memenuhi peningkatan permintaan BBM dari masyarakat dan menjaga stok nasional. Pertamina menambah stok untuk Lebaran untuk jenis premium 4,8 juta barel dan solar 5,4 juta barel.
Selain itu, Pertamina juga melakukan identifikasi daerah rawan akibat kenaikan permintaan stok BBM menjelang lebaran. Di daerah Banten biasanya meningkat 50 persen, Jakarta 30 persen, Jabar 50 persen, Jateng 71 persen, dan Jatim 84 persen. Peningkatan itu biasanya terjadi pada H-3 hingga H+7 setelah Lebaran.
Faisal mengatakan, Pertamina juga akan menyiapkan sejumlah daerah sebagai kantong-kantong BBM di jalur pantura yang merupakan jalur mudik. Akan disediakan sekitar 16 SPBU yang dilengkapi dengan truk-truk tanki siaga berisi premium dan solar. Volume solar lebih sedikit dibanding premium.
"Untuk kelancaran arusnya, kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan prioritas pada truk-truk tanki dan untuk menjaga keamanan suplai," katanya. Menurut dia, melalui pusat pengendali di kantor pusat Pertamina dapat dipantau perkembangan pasokan BBM di berbagai daerah, baik yang kekurangan maupun kelebihan.
"Dapat dimonitor stok nasional secara keseluruhan untuk seluruh jenis produk BBM di seluruh Indonesia. Dari situ bisa diprediksi daerah mana yang akan kekurangan atau kelebihan stok pada kondisi tertentu," ujarnya.



16 SPBU Kantong

Dalam mengantisipasi lonjakan permintaan premium dan solar selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region IV Jateng-DIY menyiapkan sekitar 16 'SPBU Kantong' di seluruh wilayah Jateng dan DIY.
General Manager PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region IV Jateng-DIY, Endang Sri Siti mengatakan, SPBU Kantong tersebut akan disiapkan di sejumlah lokasi strategis terutama di jalur pantai utara dan selatan.
"Keberadaan SPBU Kantong ini berfungsi untuk memperpendek jarak distribusi BBM sebagai antisipasi bila terjadi kemacetan. SPBU ini merupakan SPBU reguler di mana di tempat itu telah disiagakan truk tangki yang telah berisi BBM," katanya.
Beberapa daerah yang telah disiapkan SPBU Kantong di antaranya Kabupaten Brebes, Tegal, Pekalongan, Kendal, Demak, Banyumas, Kebumen, Magelang, Boyolali, Sragen, serta Cilacap.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan selama arus mudik dan balik, persediaan BBM khususnya premium dan solar akan ditingkatkan sekitar 10 persen dari persediaan pada hari biasa.
"Peningkatan persediaan tersebut akan dimulai sekitar H-10 hingga H+10 Lebaran. Jika per bulan Pertamina menyalurkan premium dan solar sekitar 300 ribu kiloliter, maka mengantisipasi kebutuhan menjelang Lebaran akan ditingkatkan sekitar 10 persen," katanya.
Penambahan stok tersebut terutama untuk SPBU yang berada di jalur-jalur strategis. Ia menjamin kelancaran distribusi BBM selama arus mudik dan balik untuk wilayah Jateng dan DIY.
"Pertamina juga membentuk tim untuk memantau kesiapan sarana dan fasilitas selama H-3 hingga H+3. Selain itu, untuk SPBU yang berada di jalur strategis juga telah diinstruksikan untuk beroperasi selama 24 jam selama H-7 hingga H+7," katanya.




Tak Batasi Permintaan

Langkah lain yang diambil Pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM selama Ramadhan sampai setelah lebaran adalah tidak akan membatasi berapapun permintaan masyarakat baik premium, solar maupun minyak tanah karena stok yang ada cukup aman.
"Kami tidak membatasi berapapun kebutuhan masyarakat dan kami jamin tidak akan terjadi kelangkaan terutama jenis premium yang kebutuhannya cukup tinggi, lebih-lebih mendekati arus mudik hingga pasca lebaran," kata Kepala Wira Penjualan Pertamina Depo V Malang Edit Indriadi di Malang, Rabu.
Diprediksikan kebutuhan BBM selama Ramadhan hingga pasca lebaran mengalami kenaikan sekitar 10 persen hingga 15 persen dari kebutuhan harian yang mencapai 900 kilo liter untuk premium, solar 300 kilo liter dan 670 kilo liter untuk minyak tanah.
Pasokan BBM dua bulan lalu mengalami kendala dan tersendat-sendat bahkan terlambat, karena kapal tanker yang memasok BBM mengalami keterlambatan sandar di pelabuhan sehingga berpengaruh terhadap distribusi di depo-depo maupun pasaran secara umum.
Namun dia menegaskan, saat ini sudah normal kembali bahkan stok untuk musim lebaran tidak ada masalah sama sekali dan dipastikan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga tidak akan sampai habis apalagi sampai terjadi kelangkaan. "Hanya saja, Pertamina juga memberlakukan subsidi silang terhadap SPBU-SPBU yang ada agar operasional juga tetap jalan," katanya menambahkan. (Abdul Choir)

PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DALAM MENGHADAPI ARUS MUDIK 2010

Suramadu siap Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran

  Gerbangtoll Arus lalu lintas di Jembatan Suramadu, salah satu akses menuju ke Pulau Madura  meningkat  tajam .Untuk itu, Jasa Marga mengantisipasinya dengan menambah lajur untuk kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat.

Perombakan itu yakni lajur kendaraan roda dua yang semula 2 lajur menjadi 4 lajur, dan pada lajur roda empat yang semula hanya 4 lajur akan ditambah 1 lajur menjadi 5 lajur. Perubahan lajur ini akan diberlakukan sejak H-7 hingga H+7.


"Pagi ini (H-2) lebaran, terjadi peningkatan yang cukup tajam sejak jam 3 sampai jam 6 pagi tadi khususnya untuk kendaraan roda dua, yang mencapai 8000 kendaraan," kata Kepala Gerbang Tol Jembatan Suramadu, Suharyono, saat dihubungi suramadu.com . “Kami sudah mengantisipasinya dengan menambah jumlah personil petugas di loket yang semula hanya 6 orang petugas menjadi 10 petugas pintu tol. Personel yang ditambahkan ini menjadi penunjang untuk mempercepat pelayanan sehingga tidak terjadi kepadatan yang berlebihan," tambahny, “ungkapnya lebih lanjut.

Suharyono mengharapkan antisipasi penambahan lajur ini tidak membuat antrean kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang akan toron lewat Jembatan Suramadu. Peningkatan jumlah kendaraan ini akan terasa sejak H-7 dan arus balik akan terasa hingga H+7 atau lebaran ketupat.

Dari data tahun kemarin, puncak arus mudik lebaran yang melewati Jembatan Suramadu sebanyak 36 ribu perhari dari kedua Gerbang Toll.

Penambahan lajur  juga akan diberlakukan pada gerbang sisi Madura untuk mengantisipasi arus balik yang akan diaktifkan setelah Idul Fitri. Mekanismenya sama yakni dengan membuka lajur tambahan untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Mengenai kemanan, pihak Jasa Marga telah bekerjasama dengan pihak TNI di SIsi Surabaya sebanyak 15 orang  dan untuk Madura telah diperkuat  keamanan dari Polsek Bangkalan. (ash)


My Bio

My name is MUHAMMAD DWIKI HERMAWAN

I was born 15 years ago, in jakarta on september 1 1995

I go to school at SMK TELKOM SANDHY PUTRA JAKARTA